eprintid: 704 rev_number: 14 eprint_status: archive userid: 1 dir: disk0/00/00/07/04 datestamp: 2023-07-26 11:22:23 lastmod: 2023-07-26 11:22:23 status_changed: 2023-07-26 11:22:23 type: thesis metadata_visibility: show creators_name: LUMBANTORUAN, HEBER creators_name: Melliana, Melliana creators_name: Arif, Muhammad creators_id: NIM.1126201010 creators_id: NIDN 1021017201 creators_id: NIDN1005127601 contributors_type: http://www.loc.gov/loc.terms/relators/THS contributors_type: http://www.loc.gov/loc.terms/relators/THS contributors_name: Melliana, Melliana contributors_name: Arif, Muhammad contributors_id: NIDN 1021017201 contributors_id: NIDN 1005127601 title: USULAN PERBAIKAN FASILITAS KERJA PADA MESIN GERINDA UNTUK MENGURANGI KELUHAN MUSCULOSKELETAL DI UD ANEKA TEKNIK ispublished: pub subjects: TA divisions: sch_eng full_text_status: restricted keywords: Pemotongan, Musculosceletal Disorders (MSDs), QEC abstract: UD Aneka Teknik adalah suatu unit usaha yang bergerak dalam bidang penghasil suku cadang mesin untuk memenuhi kebutuhan mesin-mesin yang di perusahaan di wilayah Kota Dumai. Kegiatan produksi dari usaha ini meliputi proses pemotongan, proses scrap, proses pelobangan, proses pengelasan dan proses pembubutan terhadap benda kerja. Pekerjaan dilakukan secara repetitif dengan jam kerja normal 8 jam per hari. Dari hasil pengamatan pendahuluan dengan menyebarkan kusioner SNQ, diperoleh bahwa operator bagian pemotongan merasakan keluhan sakit sebesar 40.48% dan keluhan sangat sakit sebanyak 33,33 %. Hal ini mengindikasikan adanya keluhan musculoskeletal yang dirasakan operator. Hal inilah yang menjadi dasar dipilihnya stasiun pemotongan untuk menjadi subjek penelitian. Operator yang melakukan proses pemotongan berusia antara 20 sampai 40 tahun, dimana pekerjaan dilakukan selama 2 jam tiap harinya. Adapun operator dalam melakukan proses pemotongan dengan postur jongkok dan membungkuk yang sangat tidak dianjurkan sebagai sikap dalam bekerja. Dari hasil pengamatan pendahuluan, operator mesin gerinda distasiun pemotongan mengalami Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada tubuh seperti leher, tangan dan kaki. Oleh karena itu perlu dilakukan pengkajian faktor-faktor yang menimbulkan resiko MSDs. kusioner SNQ digunakan untuk melihat MSDs yang terjadi pada operator dan postur kerja dilihat dengan metode The Quick Exposure Check (QEC). Operator proses pemotongan yang diteliti sebanyak 3 operator. Dari hasil penilaian QEC pada elemen kegiatan Mengukur bahan yang akan dipotong terdapat penilaian tindakan dalam waktu dekat. Keluhan MSDs yang terbanyak terjadi pada tubuh bagian atas pada bagian leher, tangan kanan dan tubuh bagian bawah seperti betis kaki. Jika pekerjaan ini dilakukan secara terus menerus dan secara berulang ulang (repetitif) maka akan menimbulkan cidera otot permanen. Oleh karena itu maka perlu dilakukan perbaikan fasilitas kerja berupa rancangan meja kerja operator yang ergonomis untuk mengurangi Musculoskeletal Disorders (MSDs). Meja potong yang dirancang memiliki dimensi panjang 250 cm, lebar 70 cm dan tinggi 80 cm date: 2016-12-20 date_type: completed pages: 4 institution: Sekolah Tinggi Teknologi Dumai department: Teknik Industri thesis_type: other thesis_name: other referencetext: Endang Bukhori, 2010, Hubungan Faktor Resiko Pekerjaan Dengan terjadiya keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Eri Achiraeniwati 2010 dengan judul penelitian “Perbaikan Fasilitas Kerja Dengan Pendekatan Ergonomi. Endang Widuri Asih dan Titin Isna Oesman (2011) dengan judul penelitian usulan perancangan fasilitas kerja yang ergonomis guna meningkatkan kinerja pekerja industry kecil mozaik. Efi Yuswandi( 2011) dengan judul penelitian“ Analisis serta usulan perbaikan fasilitas dan lingkungan fisik dengan pendekatan ergonomi Nurmianto Eko, 2008, Ergonomi Konsep Dasar dan Aplikasinya, GunaWidya, Surabaya. Ginting, R, 2009, Perancangan Produk,Grahailmu, Yogyakarta. Purnomo Hari, 2012, Anthropometri dan Aplikasinya, Graha Ilmu, Yogyakarta Sutalaksana Z Iftikar, dkk, 2005, Teknik Perancangan Sistem Kerja, ITB, Bandung. Sutalaksana, dkk. Teknik Tata Cara Kerja. Bandung: Penerbit Laboratorium Tata Cara Kerja dan Ergonomi Departemen Teknik Industri ITB, 1979. Wignjosoebroto, S, 2006, Ergonomi Studi Gerak dan Waktu, Penerbit Guna Widya, Surabaya. Wahyu susihono (2012) dengan judul penelitian” perbaikan postur kerja untuk mengurangi keluhan musculoskletal dengan pendekatan metode owas” citation: LUMBANTORUAN, HEBER and Melliana, Melliana and Arif, Muhammad (2016) USULAN PERBAIKAN FASILITAS KERJA PADA MESIN GERINDA UNTUK MENGURANGI KELUHAN MUSCULOSKELETAL DI UD ANEKA TEKNIK. Other thesis, Sekolah Tinggi Teknologi Dumai. document_url: http://repository.sttdumai.ac.id/704/1/BAB%20I.docx document_url: http://repository.sttdumai.ac.id/704/2/DAFTAR%20PUSTAKA.docx