USULAN PERBAIKAN FASILITAS KERJA PADA MESIN GERINDA UNTUK MENGURANGI KELUHAN MUSCULOSKELETAL DI UD ANEKA TEKNIK

LUMBANTORUAN, HEBER and Melliana, Melliana and Arif, Muhammad (2016) USULAN PERBAIKAN FASILITAS KERJA PADA MESIN GERINDA UNTUK MENGURANGI KELUHAN MUSCULOSKELETAL DI UD ANEKA TEKNIK. Other thesis, Sekolah Tinggi Teknologi Dumai.

[img] Text
BAB I.docx - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (22kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.docx - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.

Download (16kB)

Abstract

UD Aneka Teknik adalah suatu unit usaha yang bergerak dalam bidang penghasil suku cadang mesin untuk memenuhi kebutuhan mesin-mesin yang di perusahaan di wilayah Kota Dumai. Kegiatan produksi dari usaha ini meliputi proses pemotongan, proses scrap, proses pelobangan, proses pengelasan dan proses pembubutan terhadap benda kerja. Pekerjaan dilakukan secara repetitif dengan jam kerja normal 8 jam per hari. Dari hasil pengamatan pendahuluan dengan menyebarkan kusioner SNQ, diperoleh bahwa operator bagian pemotongan merasakan keluhan sakit sebesar 40.48% dan keluhan sangat sakit sebanyak 33,33 %. Hal ini mengindikasikan adanya keluhan musculoskeletal yang dirasakan operator. Hal inilah yang menjadi dasar dipilihnya stasiun pemotongan untuk menjadi subjek penelitian. Operator yang melakukan proses pemotongan berusia antara 20 sampai 40 tahun, dimana pekerjaan dilakukan selama 2 jam tiap harinya. Adapun operator dalam melakukan proses pemotongan dengan postur jongkok dan membungkuk yang sangat tidak dianjurkan sebagai sikap dalam bekerja. Dari hasil pengamatan pendahuluan, operator mesin gerinda distasiun pemotongan mengalami Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada tubuh seperti leher, tangan dan kaki. Oleh karena itu perlu dilakukan pengkajian faktor-faktor yang menimbulkan resiko MSDs. kusioner SNQ digunakan untuk melihat MSDs yang terjadi pada operator dan postur kerja dilihat dengan metode The Quick Exposure Check (QEC). Operator proses pemotongan yang diteliti sebanyak 3 operator. Dari hasil penilaian QEC pada elemen kegiatan Mengukur bahan yang akan dipotong terdapat penilaian tindakan dalam waktu dekat. Keluhan MSDs yang terbanyak terjadi pada tubuh bagian atas pada bagian leher, tangan kanan dan tubuh bagian bawah seperti betis kaki. Jika pekerjaan ini dilakukan secara terus menerus dan secara berulang ulang (repetitif) maka akan menimbulkan cidera otot permanen. Oleh karena itu maka perlu dilakukan perbaikan fasilitas kerja berupa rancangan meja kerja operator yang ergonomis untuk mengurangi Musculoskeletal Disorders (MSDs). Meja potong yang dirancang memiliki dimensi panjang 250 cm, lebar 70 cm dan tinggi 80 cm

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Pemotongan, Musculosceletal Disorders (MSDs), QEC
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Unnamed user with email merinapratiwi@mail-sttdumai.ac.id
Date Deposited: 26 Jul 2023 11:22
Last Modified: 26 Jul 2023 11:22
URI: http://repository.sttdumai.ac.id/id/eprint/704

Actions (login required)

View Item View Item